Health News

Uni Eropa Resmi Larang Kuteks Gel Tertentu, Diduga Berbahaya

Lee Gay Lord – Belakangan beredar kabar bahwa Uni Eropa melarang kuteks gel atau gel nail polish karena dianggap mengandung bahan kimia berbahaya. Kandungan dalam kuteks ini bahkan disebut bersifat karsinogenik, yakni dapat memicu kanker.

Namun, fakta sebenarnya lebih spesifik. Uni Eropa bukan melarang seluruh kuteks gel, melainkan melarang penggunaan produk yang mengandung zat kimia trimethylbenzoyl diphenylphosphine oxide (TPO). Zat tersebut oleh regulator Eropa diklasifikasikan sebagai “racun reproduksi” yang berisiko bagi kesehatan jangka panjang.

Apa Itu TPO dan Cara Kerjanya?

Dalam proses penggunaannya, kuteks gel memerlukan sinar UV untuk mengeringkan lapisan cat. Proses ini membuat hasil cat kuku lebih tahan lama sekaligus berkilau. TPO sendiri berfungsi sebagai fotoinisiator yang merespons cahaya, membantu kuteks gel mengeras di bawah sinar ultraviolet.

“Simak Juga: Janji Rektor USU, Tak Ada Mahasiswa Terhenti Kuliah karena UKT”

David Andreas, Kepala Ilmuwan di Environmental Working Group, menjelaskan bahwa produk dengan kandungan TPO biasanya digunakan di salon karena membutuhkan lampu UV khusus. “Uni Eropa melarang TPO baik di rumah maupun di tempat kerja karena kekhawatiran toksisitas reproduksi,” ujarnya. Studi pada hewan bahkan menunjukkan kelainan testis dan penurunan kesuburan akibat paparan TPO.

Perlukah Konsumen Panik?

Meski begitu, para ahli menekankan bahwa pengguna tidak perlu panik berlebihan. Seorang ahli kimia kosmetik dari James L. Winkle College of Pharmacy, Universitas Cincinnati, mengingatkan pentingnya sikap kritis konsumen. Menurutnya, beberapa merek sudah mempertimbangkan reformulasi dan mulai memakai fotoinisiator alternatif selain TPO.

Namun, ia mengingatkan, “Saat pergi ke salon, konsumen sering tidak bisa melihat label produk. Jadi, bertanya langsung kepada pihak salon adalah langkah bijak.”

Risiko Jangka Panjang Kuteks Gel

Dokter Spesialis Kulit sekaligus pendiri Eden Skin Clinic, dr. Ameesha Mahajan, menegaskan bahwa penggunaan kuteks gel dalam jangka panjang memang memiliki risiko. Kandungan kimia seperti solven, akrilat, hingga fotoinisiator bisa memicu iritasi, alergi, bahkan kerusakan kuku.

Ia juga menambahkan bahwa TPO termasuk dalam kategori Carcinogenic, Mutagenic, atau Reprotoxic (CMR). Artinya, zat ini berpotensi karsinogenik, memengaruhi kesuburan, bahkan membahayakan janin. “Studi menunjukkan TPO dapat menimbulkan alergi kulit, sensitisasi, hingga efek toksik pada sistem reproduksi,” jelasnya.

Dengan larangan Uni Eropa, konsumen diingatkan untuk lebih berhati-hati memilih produk kuteks gel. Memahami kandungan, bersikap kritis saat di salon, serta membatasi pemakaian jangka panjang menjadi kunci menjaga kesehatan sekaligus tetap bisa tampil modis.

“Baca Juga: Rektor Unisba Klarifikasi Insiden Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Kampus”

Recent Posts

  • Health News

Bahaya Tersembunyi Kesalahan Dosis Obat yang Sering Diabaikan

Lee Gay Lord - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa setidaknya 50% pasien gagal meminum obat sesuai resep, dan kesalahan…

3 hari ago
  • Health News

Di Balik Lab: Revolusi Terapi Target yang Mengubah Wajah Pengobatan Modern

Lee Gay Lord - Data terbaru dari badan pengawas obat global menunjukkan bahwa pengesahan terapi molekuler baru meningkat hingga 35…

1 minggu ago
  • Health News

Di Balik Layar Manajemen Minum Obat Digital: Efektivitas atau Sekadar Hype?

Lee Gay Lord - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 50 persen pasien dengan penyakit kronis gagal mematuhi regimen pengobatan…

2 minggu ago
  • Health News

Mitos Obat Herbal Aman: Mengapa Interaksi Obat dan Herbal Bisa Berakibat Fatal

Lee Gay Lord - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 80% populasi global mengandalkan obat herbal sebagai bagian dari perawatan kesehatan…

3 minggu ago
  • Health News

Bahaya Terselubung Mengubah Dosis Obat Tanpa Konsultasi Medis

Lee Gay Lord - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan tingkat kepatuhan pengobatan pada penyakit kronis di negara berkembangan hanya mencapai…

4 minggu ago
  • Health News

Di Balik Layar Farmakologi: Strategi Baru Mengelola Efek Samping Obat yang Mengintai Pasien

Lee Gay Lord - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat efek samping obat atau reaksi obat yang tidak diinginkan (ADR) menjadi…

1 bulan ago
Zona IDNGGsekumpul faktaradar puncakinfo traffic idscarlotharlot1buycelebrexonlinebebimichaville bloghaberedhaveseatwill travelinspa kyotorippin kittentheblackmore groupthornville churchgarage doors and partsglobal health wiremclub worldshahid onlinestfrancis lucknowsustainability pioneersjohnhawk insunratedleegay lordamerican partysckhaleej timesjobsmidwest garagebuildersrobert draws5bloggerassistive technology partnerschamberlains of londonclubdelisameet muscatinenetprotozovisit marktwainlakebroomcorn johnnyscolor adoactioneobdtoolgrb projectimmovestingelvallegritalight housedenvermonika pandeypersonal cloudsscreemothe berkshiremallhorror yearbooksimpplertxcovidtestpafi kabupaten riauabcd eldescansogardamediaradio senda1680rumah jualindependent reportsultana royaldiyes internationalpasmarquekudakyividn play365nyatanyata faktatechby androidwxhbfmabgxmoron cafepitch warsgang flowkduntop tensthingsplay sourceinfolestanze cafearcadiadailyresilienceapacdiesel specialistsngocstipcasal delravalfast creasiteupstart crowthecomedyelmsleepjoshshearmedia970panas mediacapital personalcherry gamespilates pilacharleston marketreportdigiturk bulgariaorlando mayor2023daiphatthanh vietnamentertain oramakent academymiangotwilight moviepipemediaa7frmuurahaisetaffordablespace flightvilanobandheathledger centralkpopstarz smashingsalonliterario libroamericasolidly statedportugal protocoloorah saddiqimusshalfordvetworkthefree lancedeskapogee mgink bloommikay lacampinosgotham medicine34lowseoulyaboogiewoogie cafelewisoftmccuskercopuertoricohead linenewscentrum digitalasiasindonewsbolanewsdapurumamiindozonejakarta kerasjurnal mistispodhubgila promoseputar otomotifoxligaidnggidnppidnggarenaoxligawbototoiaspweb designvr