Health News

Penyakit Kusta: Penyakit Kuno yang Masih Ada

Lee Gay Lord – Penyakit kusta, atau dikenal juga sebagai lepra, adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini terutama menyerang kulit, saraf tepi, mukosa saluran pernapasan atas, dan mata. Meski terdengar seperti penyakit dari masa lalu, kusta masih menjadi masalah kesehatan di beberapa negara berkembang, termasuk Indonesia.

Gejala-Gejala Kusta

Kusta berkembang secara perlahan, dengan masa inkubasi yang bisa berlangsung hingga 5 tahun atau lebih. Gejala awalnya bisa ringan dan sering tidak disadari, seperti:

  • Muncul bercak pucat atau kemerahan di kulit yang mati rasa
  • Kulit menjadi kering atau menebal
  • Kehilangan alis atau bulu mata
  • Mati rasa atau kesemutan di tangan dan kaki
  • Melemahnya otot, terutama pada tangan dan kaki

Jika tidak ditangani, kusta bisa menyebabkan cacat permanen, kerusakan saraf, dan disabilitas.

“Baca Juga: Hindari! 6 Makanan Ini Bisa Memperburuk Pilek dan Flu”

Cara Penularan

Kusta tidak menular dengan mudah. Penularannya terjadi melalui percikan droplet dari hidung dan mulut orang yang terinfeksi, terutama setelah kontak yang lama dan erat. Karena itu, penyakit ini tidak menular hanya dengan berjabat tangan atau duduk berdekatan secara singkat.

Pengobatan dan Pencegahan

Kusta dapat disembuhkan. WHO menyediakan pengobatan berupa Multi Drug Therapy (MDT), kombinasi dari beberapa antibiotik yang diminum selama 6 hingga 12 bulan tergantung jenis kustanya. Pengobatan ini gratis di banyak negara, termasuk Indonesia.

Pencegahan dapat dilakukan dengan:

  • Mendeteksi dan mengobati pasien kusta sedini mungkin
  • Edukasi masyarakat untuk menghindari stigma
  • Menjaga kebersihan dan daya tahan tubuh

Menghapus Stigma, Merangkul Kesembuhan

Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan kusta adalah stigma sosial. Banyak penderita yang terlambat berobat karena takut dikucilkan. Padahal, penderita kusta yang menjalani pengobatan tidak lagi menularkan penyakit. Kusta bukan kutukan, dan bukan juga penyakit keturunan. Ini adalah penyakit yang bisa diobati dan disembuhkan. Masyarakat perlu diberi pemahaman yang benar agar para penderita merasa diterima dan mendapat perawatan yang layak.

Penyakit kusta masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, terutama di daerah terpencil. Namun dengan deteksi dini, pengobatan yang tepat, dan dukungan masyarakat, penyakit ini bisa diatasi tanpa harus meninggalkan luka sosial. Mari bersama menghapus stigma dan membantu para penderita kusta mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

“Simak Juga: Kim Soo Hyun Buka Suara, Bantah Grooming Kim Sae Ron”

Recent Posts

  • Health News

Di Balik Layar Manajemen Minum Obat Digital: Efektivitas atau Sekadar Hype?

Lee Gay Lord - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 50 persen pasien dengan penyakit kronis gagal mematuhi regimen pengobatan…

20 jam ago
  • Health News

Mitos Obat Herbal Aman: Mengapa Interaksi Obat dan Herbal Bisa Berakibat Fatal

Lee Gay Lord - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 80% populasi global mengandalkan obat herbal sebagai bagian dari perawatan kesehatan…

1 minggu ago
  • Health News

Bahaya Terselubung Mengubah Dosis Obat Tanpa Konsultasi Medis

Lee Gay Lord - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan tingkat kepatuhan pengobatan pada penyakit kronis di negara berkembangan hanya mencapai…

2 minggu ago
  • Health News

Di Balik Layar Farmakologi: Strategi Baru Mengelola Efek Samping Obat yang Mengintai Pasien

Lee Gay Lord - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat efek samping obat atau reaksi obat yang tidak diinginkan (ADR) menjadi…

3 minggu ago
  • Health News

Solusi Distribusi Obat Digital Terpadu untuk Wilayah Terpencil

Lee Gay Lord - Data Kementerian Kesehatan 2023 menunjukkan bahwa 30% puskesmas di wilayah 3T Terluar, Terdepan, dan Tertinggal masih…

4 minggu ago
  • Health News

Sinergi Herbal dan Obat Medis: Mitos Perang yang Sebenarnya Salah Kaprah

Lee Gay Lord - Data Riskesdas 2023 dari Kementerian Kesehatan RI mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa lebih dari 67% masyarakat Indonesia…

1 bulan ago