Awas! HPV Bisa Menular Tanpa Hubungan Seksual, Ini Penjelasannya
Lee Gay Lord – Human papillomavirus (HPV) sering kali dianggap hanya menular melalui aktivitas seksual oleh banyak orang. Namun, faktanya, virus ini juga dapat menular dengan cara non-seksual.
“HPV adalah virus yang bisa menyebar lewat aktivitas seksual, baik vaginal, anal, maupun mulut. Bahkan penularan juga bisa terjadi secara non-seksual, misalnya dari ibu ke bayi saat persalinan, atau melalui alat medis yang tidak steril,” jelas dr. Anshari Saifuddin Hasibuan, Sp.PD, K-AI, dokter spesialis penakit dalam, dalam konferensi pers Update Jadwal Kalender Imunisasi Dewasa, Revaksinasi HPV di Jakarta Pusat, Rabu (27/8/2025).
Kurangnya pemahaman membuat banyak orang tidak menyadari luasnya jalur penularan HPV. Virus ini sangat mudah menular karena cukup dengan kontak kulit ke kulit di area genital. Hubungan seksual vaginal, anal, maupun oral menjadi jalur utama, sehingga baik laki-laki maupun perempuan memiliki risiko terinfeksi.
“Simak Juga: Terobosan Medis, Peneliti China Cangkokkan Paru-paru Babi pada Pasien Mati Otak”
Di Indonesia, tipe HPV risiko tinggi seperti HPV 16, HPV 18, HPV 52, dan HPV 58 paling sering ditemukan. Jenis-jenis ini erat kaitannya dengan kanker serviks, kanker vagina, kanker vulva, hingga kanker anus.
Selain melalui hubungan seksual, ada dua jalur non-seksual yang juga berbahaya: transmisi vertikal dan ekstragenital.
Transmisi vertikal terjadi dari ibu ke anak saat persalinan normal melalui vagina. Bayi bisa terpapar HPV ketika melewati jalan lahir yang terinfeksi. Setelah melahirkan, bayi pun berisiko tertular lewat kontak langsung dengan ibu atau anggota keluarga yang terinfeksi.
Ekstragenital terjadi melalui perantara benda (formites) yang sudah terkontaminasi HPV. Penularan ini juga bisa berasal dari alat medis yang tidak steril, misalnya instrumen skrining vagina yang sebelumnya terpapar virus. Inokulasi mandiri di rumah sakit pun dapat memperburuk risiko.
Dengan fakta tersebut, jelaslah bahwa HPV bukan hanya penyakit menular seksual, tetapi juga bisa berpindah lewat kontak sehari-hari yang tampak sepele. Risiko semakin tinggi bila ada jalur masuk, seperti saat bayi lahir atau penggunaan alat medis yang tidak higienis.
“Jadi, selain lewat hubungan seksual, penularan HPV bisa terjadi pada kondisi lain sehingga masyarakat perlu lebih waspada dan meningkatkan kesadaran,” tegas dr. Anshari.
“Baca Juga: Apa Itu Perceraian Verstek? Kasus Pratama Arhan Jadi Sorotan”
This website uses cookies.